”Mahasiswa hari ini merupakan pemimpin hari esok”, begitu kata-kata yang sering didengar oleh mahasiswa, tetapi itu hanya dijadikan sebagai pendengaran saja, dan jarang ditanggapi. Kalau mahasiswa mau jujur dengan hatinya ia tidak akan rela bangsa kita selalu ditemani oleh kemiskinan, dan kebodohan serta ketertinggalan kita dari bangsa lain. Hari kepedulian mahasiswa dengan bangsa ini semakin menipis, ini bisa kita buktikan sedikit sekali dari para aktivis organisasi yang mau ikut berkontribusi untuk kemajuan perguruan tinggi umumnya dan kemajuan Politeknik khususnya.
Mahasiswa hari ini lebih banyak ke kampus hanya untuk kuliah semata, jarang sekali ada maksud lain untuk ikut dan berkontribusi dalam organisasi yang ada dalam kampus. Namun dunia kerja tidak menuntut selalu mahasiswa pintar dalam hal akademik tetapi juga pintar dalam hal emosi, memahami keadaaan dan membaca situasi. Peran pola pikiran seperti ini harus diubah oleh mahasiswa jika ia ingin setelah tamat nanti akan mudah untuk menembus dunia kerja.
Jika mereka menyadari bahwa setelah menjadi mahasiswa tugas seorang mahasiswa tidak hanya sebagai pelajar, tetapi ada tugas yang abstrak yaitu tanggung jawab dari mahasiswa itu sendiri.
Peranan mahasiswa yang pertama yaitu: areal Stock. Area stok untuk menjadi pemimpin untuk esoknya untuk bangsa dan bumi pertiwi ini. Peranan yang kedua adalah sebagai agent of change, dinamai seperti ini karena mereka merupakan revolusioner dan inovator, selalu berpikir jauh ke depan, bahkan resiko atas segala sesuatu merupakan hal yang wajib bagi mereka. Tanpa tantangan tidak akan ada dinamika. Terakhir secara umum mereka merupakan social control. Ketika adanya kesimpang-siuran bahkan penyelewengan dalam kehidupan bernegara, siapakah orang yang paling geram atas itu semua???? Jawabannya hanya Mahasiswa. Idealnya seorang pemuda merupakan orang yang pertama respon terhadap segala sesuatu yang terjadi dengan mempertaruhkan diri demi sebuah kebenaran dan keadilan. Namun, jika kita masih menemui yang slow responsive terhadap kehidupan kampus, masyarakat dan negara, ini membuktikan bahwasanya perlu perhatian lebih untuk pemuda/mahasiswa untuk menemukan jati mereka sendiri.
Adakah yang lebih pantas untuk mendapatkan tanggung jawab besar untuk merubah keadaan selain pemuda/mahasisiwa??? Jawabannya, tentu saja Pemuda adalah harapan bangsa, agama dan negara. Hidup Mahasisiwa!!!!
Kunci kekuatan mahasiswa sehingga mereka memikul harapan negara ada tiga faktor yaitu idealisme,kecerdasan, sikap kritis dan pengorbanan. Idealisme mahasiswa merupakan sebuah-nilai kejujuran dan ketegasan yang dipegang oleh mahasiswa. Untguk mewujudkan dan menata dengan baik kekuatan utama yang dimiliki mahasiswa ini maka perlu selalu diaplikasikan dalam lembaga yang selalu terjaga konsistencinya dalam beraktivitas.
Lembaga ideal yang harus di wujudkan dan ditata dengan optimal oleh mahasiswa haruslah lembaga yang mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam akademik secara umum dan kegiatan kemahasiswaan secara khusus, salah satu lembaga penting yang dapat mewujudkan hal ini adalah BEM. Menjadikan BEM sebuah lembaga yang ideal adalah tantangan untuk tahun ini.
Bagaimanakah mewujudkan BEM yang ideal itu? Hal pertama yang harus diperhatikan adalah sisi internalnya, ketua, presidiun, dan anggota dalam haruslah dapat mewujudkan ”zaken kabinet”, semua staf sang eksekutor ini haruslah orang yanmg ahli dan berpengalamn dibidangnya. Mereka harus diposisikan sesuai keahlian yang mereka handalkan.Hubungan yang harmonis, merupakan hal penting karena dari sinilah akan muncul sikap menghormati danm m,empercayai pemimpin. Selanjutnya, rangkaian program kerja haruslah jelas dan kontinuitas untuk mencapai suatu pergerakan yang diidamkan.
Mahasiswa tugas utama mereka adalah belajar ke kampus. Datang ke kampus tepat waktu dan pulang ke rumah atau kos-kosan untuk membuat tugas dan sebagainya.Ini merupakan peta pikiran yang sangat sempit, karena banyak hal lain dalam organisasi internal kampus yang membutuhkan tangan mereka, tapi begitulah kondisi mahasisiwa hari ini.
Beroganisasi itu merupakan sebuah keharusan yang harus di dalami oleh mahasiswa, namun hari ini kenyataannya terbalik. Mahasiswa yang study oriented beranggapan bahwa dengan berorganisasi nilai akademis mereka akan hancur. Sebagai teman seperjuangan penulis ingin merubah pandangan umum teman-teman ini, dengan mengikuti organisasi itu tidak akan membuat nilai kita menurun, bahkan yang terjadi sebaliknya. Dengan mengikuti organisasi justru akan membuat wawasan kita luas dan nilai akademis kita tinggi.
Penulis berani mengatakan seperti ini karena sudah mengalami. Caranya yaitu kejelian kita dalam membagi waktu, semakin banyak kegiatan dalam organisasi maka kita harus semakin giat belajar ketika ada waktu luang. Harus dimanfatkan seoptimal mungkin.Sehingga walaupun Waktu kita untuk belajar sedikit, kita fokus maka hasilnya insyaAllah optimal juga seperti apa yang kita harapkan.
Ikut bergabung dalam organisasi juga akan mempermudah kita dalam melaksanakan tugas kuliah, mengapa?karena dengan mempunyai banyak teman maka akan mempermudah kita mengakses informasi penting sehingga nantinya kita tidak ketinggalan informasi penting yang sekiranya itu penting untuk mahasiswa.
Hal yang paling diinginkan oleh pihak akademik kampus adalah bagaimana BEM mampu membantu tugas dari Akademik itu sendiri dalam meningkatkan kualitas mahasiswa, jadi BEM haruslah merekomendasikan Program-program yang lebih berkaitan dengan peningkatan akademis mahasiswa seperti kajian keilmuwan, dll. Tentu hal terpenting dalam organisasi adalah adanya kesinambungan dalam pelaksanaan program, ketika program sudah konsisten maka tujuan besar semakin mendekati final. Kemudian BEM sebagai lembaga harus mengayomi dan memperjuangkan aspirasi mahasiswa. Sebagai lembaga yang berperan penting, kita harus menunjukkan bahwa mahasiswa yang berorganisasi adalah mahasiswa yang peduli kepada peningkatan kemampuan akademik dan bidang kemahasiswaan. BEM harus mampu menjangkau semua lini kegiatan kecil yang terdapat dalam miniatur negara ini. BEM wajib mengevaluasi sejauh mana lembaga ini ikut aktif mewujudkan kampus yang akan menyuplai alumni yang beraviliasi kepada ilmu pengetahuan dan agama. Meningkatkan bidang kemahasiswaan dalam hal ini maksudnya adalah merangkul seluruh UKM dan HIMA untuk mencapai Politeknik yang penuh kemajuan.
Jadi, BEM adalah lembaga mahasiswa yang berperan penting dalam meningkat kemampuan akademik dan kemahasiswaan. Karena inilah dua faktor yang menyeimbangkan kegiatan mahsiswa yang hakikatnya sebagai pencari ilmu dan penemu pengalaman. Mengukir sejarah dalam miniatur negara kampus adalah salah satu latihan sang pemimpin dan orang sukses berkiprah untuk tahap awala, karena kehidupan masyarakat yang penuh dinamika sedang menanti kehadiran peran utama dalam peradaban, sehingga harusnya kita selalu berupaya untuk meng-upgrade diri kita baik dalam hal ilmpu pengetahuan dan pengalaman organisasi.
Ketika terdengar kata “Pergerakan” maka yang terbayang dipikiran kita adalah adanya Inovasi, Kreasi,gagasan dan ide-ide, Problem (Masalah), Solusi dan hal lain yang terus mengiringi dan membayanginya. Pergerakan muncul intinya adalah karena “Keinginan”, keinginan untuk merubah keadaan dan memperbaiki keadaan. Pergerakan diawali oleh segelintir orang bisa tiga atau dua orang atau bahkan satu orang yang mampu menggerakan sepuluh, duapuluh bahkan ratusan orang. Pergerakan dilakukan oleh orang-orang yang berbeda-beda, berbeda asal, agama , dan ras serta suku dan perbedaan lainnya. Namun memiliki tujuan satu, tujuan yang sama. Berikut kita akan coba melihat pergerakan Mahasiswa ditaraf Internasional, Nasional, Regional dan Organisasi mahasiswa yang berbasis Kedaerahan dan Disiplin ilmu tertentu serta berbasis Keagamaan atau Religi.
Sejarah pergolakan dan perubahan social dibanyak negera mencatat peranan gerakan mahasiswa yang sangat menentukan. Mereka tampil sebagai inspirator melalui gagasan dan tuntutannya. Mereka tampil sebagai garda depan dengan keberanian dan senantiasa dikenang sebagai pahlawan melalui pengorbanannya.
Catatan perjuangan gerakan mahasiswa memang tidak selalu diakhiri dengan kemenangan. Tetapi yang pasti ide-ide perjuangan mereka terus hidup sampai akhirnya kemenangan diraih oleh para penerus dan pendukungnya.
Salah satu contoh nyata pergerakan mahasiswa didunia adalah:
Gerakan Mahasiswa Di Afrika. Revolusi aljazair meletus pada tanggal 1 November 1954, rakyat Aljazair merapatkan barisan dalam Front Nasional Pembebasan Rakyat Aljazair, yang salah satu unsure didalamnya adalah para aktivis mahasiswa. Bentuk aksi yang efektif dilakukan mahasiswa pada saat itu adalah memobilisir pemogokan umum. Karena aksi inilah mahasiswa menjadi musuh utama tentara Prancis.
Gerakan mahasiswa di Sudan yang tergabung dalam University Student Union merespon keadaan ekonomi yang sulit dengan berbagai aksi demontrasi menekan pemerintahan Jend. Abbound ditahun 1964. Ketegangan meningkat setelah tentara menembak mati seorang mahasiswa. Para politisi bereaksi dengan membentuk Front Nasional Demokrat yang menyerukan pemogokan Umum.
Tentu saja, masih sangat banyak catatan sejarah tentang gerakan mahasiswa dan peran pentingnya dalam berbagai proses perubahan. Di Indonesia, sejarah kebangkitan Nasional perjuangan kemerdekaan dan gerakan demokratisasi tidak terlepas dari unsure mahasiswa. Dari mata rantai pergerakan dan perjuangan mahasiswa kita bisa temukan titik persamaannya antara lain:
a. Gerakan mahasiswa lahir dari kondisi yang dihadapi masyarakat yang dipandang tidak sesuai dengan cita-cita Negara dan harapan masyarakat.
b. Gerakan mahasiswa merespon berbagai situasi dan kondisi tersebut atas dasar kesadaran moral, tanggungjawab intelektual dan pengabdian social. Situasi global sering menjadi factor yang memicu dan memantangkan kekuatan aksi mahasiswa.
c. Gerakan Mahasiswa senantiasa muncul sebagai pelopor dari aksi perlawanan yang memicu tampilnya dukungan serta aksi-aksi sejenis dari unsure-unsur kegiatan social politik lain ditengah masyarakat.
d. Model gerakan mahasiswa khususnya yang terorganisir dan radical, umumnya diilhami atau dilandasi oleh idiologi atau keyakinan terhadap system nilai tertentu.
e. Dalam eskalasi gerakan, keuatan mahasiswa akhirnya harus beraliansi dengan unsure-unsur kekuatan lain, hingga perjuangan tercapai.
Mahasiswa Indonesia sebagai kaum intelektual bangsa yang ingin merubah kondisi bangsa, berkontribusi terhadap negeranya dan memperjuangkan hak-hak masyarakat Indonesia, menghimpun pergerakan dalam berbagai wadah baik yang bersifat nasional, regional, dan bentuk lainnya. Untuk tingkat nasional terbentuk beberapa wadah pergerakan, yaitu: BEM SI (Seluruh Indonesia), BEM NUSANTARA, FKMPI (Forum komunikasi Mahasiswa Politeknik Se-Indonesia) yang berbasis Disiplin ilmu, FSLDKN (Forum Silahturahmi Lembaga Dakwah Kampus Nasional), FULDKT (Forum Ukwah Dakwah Kampus Teknik) yang berbasis Religi, BEM SE-SUMBAR yang berbasis kedaerahan dan masih banyak lagi wadah-wadah pergerakan yang dibentuk oleh Mahasiswa Indonesia.

0 komentar:
Posting Komentar