Senin, 12 Juli 2010

21.000 KM KE MANA...???

Beberapa waktu yang lalu saya melihat pencatat jarak di sepeda motor saya sudah menunjukkan angka sekitar 21.000 km!! Angka yang luar biasa menurut saya, walaupun memang sudah hampir dua tahun saya mengendarai motor ini. Penasaran, saya lalu mencoba mencari tau kira2 21.000 km itu sejauh mana sih? Dan di internet saya mendapati bahwa keliling bumi itu sekitar 42.000km!!, wow, ternyata sepeda motor saya telah menempuh hampir setengah keliling bumi, dan artinya saya pun begitu (karena motor saya ga terlalu sering dipakai oleh keluarga atau
teman2 lain). Sungguh mengagumkan, dan saya tidak bisa membayangkan berapa angka yang tercatat pada motor2 lain yang sudah bertahun-tahun digunakan, mungkin sudah sama dengan dua kali mengelilingi bumi bahkan lebih.
Dalam bidang fisika yang saya tekuni, di kenal dua istilah, yaitu Distance (jarak) dan displacement (perpindahan). 21.000 adalah jarak yang telah saya dengan motor saya tempuh namun perpindahannya? Hampir tidak ada. Walau sudah menempuh perjalanan sejauh itu saya masih tetap saja tidak beranjak dari padang atau padang panjang, tetap si sumatera barat, bukan di mana-mana. Padahal kalau di jadikan perjalanan lurus ke timur, setidaknya saya sudah sampai di benua amerika sekarang

Lalu bagaimana jika kita analogikan dengan hidup kita? Sudah seberapa lama kita hidup? Dan sudah seberapa jauh pencapaian kita? Apakah puluhan tahun kehidupan kita hanya tercatat sebagaimana layaknya jarak? Atau sudahkah ia layaknya perpindahan? Kita bisa ubah variable km menjadi waktu dan perpindahan sebagai apapun yang dapat mengukur pencapaian kita. Mari kita lihat! Jika pencapaiannya adalah ketenaran, 23 tahun telah cukup membuat seorang leonel Messi menjadi seorang yang terkenal di dunia ini. Jika uang yang menjadi ukuran kita, 23 tahun juga telah cukup bagi Messi untuk menperoleh gaji sebesar 33 juta euro (sekitar Rp.401,9 miliar) per tahun, melebihi gaji seorang presiden Indonesia atau negara manapun. jika takarannya jabatan akademis, 38 tahun sudah cukup bagi Anies Baswedan untuk menjadi seorang rektor universitas Paramadina dan menjadikanya rektor termuda di Indonesia. Politik? Cukup 41 tahun dibutuhkan Anas Urbaningrum menjadi seorang ketua umum partai Demokrat. KH M Zainul Majdi atau lebih dikenal dengan Tuan Guru Bajang menjadi gubernur termuda di Indonesia, beliau resmi dilantik menjadi gubernur NTB pada 2008 silam dengan usia baru 36 tahun. Akademik? Alia Sabur, seorang wanita kelahiran New York, USA, 22 febuari 1989 ini hanya perlu berusia 19 tahun untuk diangkat menjadi professor pada tahun 2008 dalam bidang sains dan engineering. Dan cukup dengan usia 5 tahun saja bagi seorang Muhammad Husein bin Thoba Thoba’I, si amazing kid, untuk menjadi seorang hafidz alqur’an, 30 juz!! Di Indonesia, kita punya Afzalurahman Assalam dan Faris Jihady Hanifa, kedua anak tertua dari 10 buah hati Bapak Mutamimul Ula (anggota DPR R! dari fraksi PKS) dan Ibu Wirianingsih (Ketua umum PP salimah dan Staf Kaderisasi DPP PKS) ini telah hafal al-quran sejak umur 13 dan 10 tahun!

Pertanyaan sekarang tentu, “bagaimana dengan kita”?? Berapa waktu yang sudah kita jalani? Dan sudah sejauh apa umur itu membawa kita? Imam Hasan al Banna pernah berkata” Kenyataan hari ini adalah mimpi masa lalu dan mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok”. Benarkah? Benarkah kehidupan kita sekarang adalah mimpi kita dulu? Dan sejauh mana usaha kita untuk mewujudkan mimpi kita hari ini agar menjadi kehidupan kita besok? Wasiat Imam hasan albanna ini tidak akan kita dapai jika kita membiarkan hidup ini bak air mengalir saja. Usaha yang biasa2 saja juga akan memberikan hasil yang biasa2 saja. Kita butuh usaha keras dan bekerja cerdas tidak peduli apapun mimpi kita dan variabel apapun yang kita adikan sebagai acuan.

Waktu, lagi-lagi waktu, tidak diragukan lagi semua bergantung seberapa efektif kita menggunakan waktu. Allah bersumpah demi waktu dalam slah satu surat dalam al-qur’an (menunjukkan betapa pentingnya waktu). Rasullullah pun pernah berkata, “Dua nikmat yang paling sering dilalaikan manusia adalah nikmat kesehatan dan waktu luang. Semoga 21.000 km yang tidak membuat saya kemana-mana selama hampir 2 tahun ini tidak merefleksikan kehidupan saya, saudara/iku yang membaca tulisan ini, dan dapat menjadi bahan renungan bagi kita semua. Wallahua’lam.


Padang Panjang, 5 Juli 2010.

0 komentar:

Posting Komentar