Minggu, 12 Desember 2010

Universitas Bung Hatta Terus Upayakan Kawasan Bebas Asap Rokok

Universitas Bung Hatta terus mengupayakan kampus itu bebas asap rokok. Peringatan kawasan bebas rokok sudah ditempel di berbagai tempat di dalam kampus, terutama di gedung perkuliahan, namun masih belum efektif menghentikan civitas akademika merokok.
"Walaupun sangat susah melarang orang untuk tidak merokok, minimal bisa mengurangi kebiasaan merokok, kami mengimbau agar semua pihak mengingatkan jika masih ada ornag yang merokok," kata Profesor Hafrijal Syandri, Rektor Universitas Bung Hatta melalui siaran pers yang dikirimkan kepada PadangKini.com, Senin (31/5/2010).

Hafrijal mengatakan, bersama jajaran dekan, dosen karyawan, dan mahasiswa terus mensosialisasikan komitmen bersama mewujudkan kampus bebas rokok. Sebab kampus adalah tempat menimba ilmu sehingga membutuhkan lingkungan yang sehat.

Sosialisasi ini dibantu dengan pemasangan atribut dan spanduk bertuliskan "Gedung Ini Kawasan Bebas Asap Rokok". Kawasan yang harus bebas dari asap rokok adalah ruang kuliah, ruang dekanat, ruang dosen, ruang kerja, ruangan unit kegiatan mahasiswa, laboratorium, perpustakaan, ruang kerja staf administrasi, dan musala.

Jika ada dosen, mahasiswa dan karyawan yang tidak tahan untuk tidak merokok maka dipersilahkan keluar ruangan dan mencari tempat untuk merokok, misalnya ke pingir laut atau ruangan terbuka lainnya.

"Walaupun untuk sebagian orang tentu tidak mudah mematuhinya, apalagi bagi perokok aktif," katanya.

Ia mengakui, kata-kata peringatan tidak membawa pengaruh yang cukup signifikan untuk mengatakan berhenti merokok. Namun setidaknya mampu untuk mengurangi kebiasaan merokok.

"Untuk tahap awal kita masih mengimbau, dan secara bertahap mungkin saja akan kita berlakukan semacam sanksi atau denda jika  ketahuan merokok di kawasan tersebut, dan dendanya dikumpulkan untuk digunakan  bagi kegiatan promosi berhenti merokok," ujar Hafrijal.

Hari ini, 31 Mei merupakan Hari Bebas Tembakau Sedunia" (No Tobacco Day). Setiap peringatan hari tersebut semua pihak diminta untuk menyadari dan mau menciptakan
lingkungan yang bebas dari asap rokok. Sehingga semua orang bisa bernapas lega dengan menghirup udara bersih.

0 komentar:

Posting Komentar